Royal Society mengumumkan bahwa sekelompok ilmuwan dari Inggris berhasil menciptakan implan otak yang dapat digunakan berkomunikasi secara telepati.

Sebentar lagi kemampuan telepati bukan lagi impian belaka

Kemampuan telepati merupakan salah satu kemampuan yang biasanya hadir di berbagai film sains fiksi. Namun, bagaimana jika ternyata kemampuan berkomunikasi menggunakan kekuatan pikiran tersebut benar-benar bisa Anda miliki?

Sekelompok peneliti dari Inggris baru-baru ini mengaku bahwa mereka dapat memberikan kemampuan tersebut kepada masyarakat dunia. Bukan menggunakan kekuatan magis, namun mereka menggunakan teknologi, lebih tepatnya menggunakan teknologi implan otak untuk melakukan hal tersebut.

 

Temuan ini dipublikasi oleh Royal Society. Mereka mengatakan, teknologi ini dapat memungkinkan banyak orang melakukan pembicaraan dalam tingkatan yang lebih intim.

“Orang bisa melakukan telepati sampai batas tertentu, dapat berkomunikasi namun tanpa berbicara dan mengeluarkan kata-kata. Hal ini dapat dilakukan melalui akses ke pikiran satu sama lain pada tingkat konseptual. Ini bisa memungkinkan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan teman dekat, bahkan bisa berbicara lebih intim lagi dengan orang lain,” kata para peneliti, seperti dikutip dari laman Ubergizmo (12/9/2019).

Teknologi ini juga akan memungkinkan Anda berbagi apa yang Anda alami, rasakan, atau dengar. Tidak diragukan lagi, temuan ini akan menjadi teknologi inovatif. Tetapi, beberapa pihak mempertanyakan bagaimana seseorang dapat mengontrol teknologi tersebut.

Alhasil, Royal Society pun mendesak pemerintah untuk melakukan regulasi dalam pengembangan teknologi ini sehingga perusahaan swasta tidak memanfaatkannya untuk kepentingan komersial.

“Mereka dapat membawa manfaat ekonomi yang sangat besar ke Inggris dan mentransformasikan sektor-sektor seperti NHS, kesehatan masyarakat, dan kepedulian sosial, tetapi jika perkembangannya ditentukan oleh segelintir perusahaan, maka aplikasi komersial yang lebih sedikit dapat dikesampingkan. Itu sebabnya kami menyerukan kepada pemerintah untuk meluncurkan penyelidikan nasional,” kata perwakilan Royal Society.