Belakangan ini para pecinta musik sedang gandrung dengan lagu-lagu yang dimainkan dalam format 8D Audio. Untuk mendengar lagu format 8D Audio ini kamu harus memakai headphone atau earphone agar efeknya terasa.

Dengan format suara 8D Audio ini, lagu penyanyi kesayangan kamu akan secara harfiah – serasa berputar di kepala kamu. Nah, penasaran bagaimana bisa 8D Audio menimbulkan efek berputar di kepala kita? Ini fakta tentang 8D Audio yang perlu kamu tahu.

Apa itu 8D Audio?

8D Audio

Istilah 8D Audio agaknya terlalu berlebihan. Bahkan jika kita mendengar suara dari kiri dan kanan saja kita sudah bisa merasakan dimensi jarak sumber suara tersebut.

Suara tipe ini lebih pantas disebut 3D karena hidup kita sehari-hari mengisi ruang 3D. Kita hanya membutuhkan tiga penanda dimensi untuk menentukan dari mana asal sebuah suara.

Jadi, istilah 8D Audio bisa dibilang hanya sebuah gimmick agar membuat tren ini menarik dan membuat netizen makin penasaran. Orang-orang tergila-gila dengan angka. Jika surround sound 5.1 atau 7.1 sudah tidak lagi menarik maka 8D Audio adalah cara untuk mencuri perhatian lagi.

8D Audio sudah lama ada

Sebenarnya teknologi suara ini sudah lama ada. Bahkan beberapa tahun lalu saya sudah mendengar file audio serupa untuk mengetes kualitas headphone yang baru saya beli.

Namun, pada saat itu audio yang saya dengar hanyalah suara nyamuk, pesawat dan benda-benda terbang lainnya yang membuat sensasi melewati kepala saya.

Lalu, ada juga ilustrasi ketika berada di tukang pangkas rambut. Kamu bisa merasakan sensasi suara gunting dan shaver yang realistis di kanan, kiri, belakang, hingga bagian atas kepala.

Seiring dengan perkembangannya, kini teknologi itu diadopsi untuk lagu-lagu terkenal. Jadi, kamu bisa menikmati lagu terkenal favorit kamu dengan format 8D Audio bak sedang berputar-putar di tempat konser.

Teknologi di balik 8D Audio

binaural recording

Sejak 1970, kita sudah mengenal format surround sound full-sphere Ambisonics. Teknologi ini sudah banyak diadopsi untuk menciptakan audio yang berdimensi.

Selain itu ada juga metode binaural recording. Binaural bisa diartikan mendengar dengan dua telinga. Metode ini mengharuskan kita merekam suara dengan dua mikrofon yang letaknya mirip dengan anatomi kuping kita. Proses perekaman dengan cara ini terbilang cukup susah karena harus membuat kepala dan kuping tiruan yang ukurannya akurat sehingga kualitasnya bisa optimal.

Namun, selalu ada cara yang lebih mudah untuk semua hal. Kamu bisa mengonversi audio stereo normal menjadi surround sound dengan bantuan software. Kamu bisa menggunakan software seperti Audacity dengan plugin Ambeo Orbit. Berita bagusnya, kedua aplikasi tersebut dapat kamu unduh secara gratis.

Channel 8D Audio terkenal

Berkat software canggihkini para penyedia lagu-lagu 8D Audio sudah semakin jamak. Lagu-lagu populer dari Queen, Martin Garrix, The Chainsmoker, Coldplay, hingga Maroon 5 kini sudah bisa kamu dengar di banyak tempat.

Ada banyak penyedia musik 8D di internet, seperti 8D Tunes, 8D Era, Revo-luution, Aviion Music, 8D Chill. Semua lagu yang sudah diganti formatnya jadi 8D Audio bisa kamu nikmati di channel mereka di Youtube.

Bahkan 8D Tunes juga bisa kamu dengarkan di Spotify. Namun, entah mengapa kualitas 8D Audio di Spotify menurut saya kurang maksimal dibandingkan di Youtube. Mungkin ada perbedaan teknologi audio di kedua platform tersebut.

Ada satu hal lagi yang harus kamu tahu, yaitu impresi pertama mendengar 8D memang mengagumkan, namun saran saya jangan terlalu lama mendengarkannya karena bisa membuat pusing.